Harga PH 250 ML Larutan 0,1 M NaOH Dalam Air Adalah..

Harga pH 250 mL larutan 0,1 M NaOH dalam air adalah..

Jawaban 1:

NAOH + H2O    v air = 1000 l
m1.v1=m2.v2
0,1 x 250 = m2.1000
m2 = 25/1000 = 0,025 = 25x10^-3

Na+  +  OH-
pOH = -log 3x10^25
       = 3 log 25
pH= 14-3log 25
    = 11 log 25

Jawaban 2:

Kalo gak salah 25 mmol


Pertanyaan Terkait

Mengapa pada larutan yang bersifat netral tidak terjadi perubahan warna ?

Jawaban 1:

Sebetulnya perubahan warna itu tergantung dari range indikasi dari indikator yang digunakan
suatu indikator pH dapat memiliki 2 warna tergantung pada konsentrasi atau dalam larutan yang akan diuji
dua warna (atau lebih) ini dikarenakan adanya spesi-spesi di dalam indikator (umumnya pasangan asam-basa konjugat) yang memiliki warna berbeda
jika salah satu spesi lebih dominan, maka warna dari spesi tersebut akan terlihat

suatu larutan yang diberi indikator pH akan berubah warna apabila pH larutan tersebut telah melewati batas kondisi yang menyebabkan salah satu spesi dari indikator tersebut lebih dominan
jika larutan netral yang anda lihat tidak mengubah warna indikator (dalam hal ini saya asumsikan lakmus), berarti pH larutan tersebut belum mencapai ambang perubahan warna dari indikator tersebut


 Tentukan pasangan asam basa dalam persamaan reaksi berikut : a. H2O + H2O ⇒ H3O₊ + OH₋
b. HPO4²⁻ + H2O ⇒ H30⁺ + PO4³⁻

Jawaban 1:

A. H₂O termasuk basa dan H₃O⁺ termasuk asam konjugasi nya.
  H₂O termasuk asam dan OH⁻ termasuk basa konjugasi nya

b. HPO₄⁻² termasuk asam dan PO₄⁻³ termasuk basa konjugasinya
   H₂O termasuk basa dan H₃O⁺ lah asam konjugasinya


Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur CL di dalam HCIO3
adalah...

A.Cr 
dalam  ion CrO4-


B. Fe dalam ion Fe (CN)63-


C. Cr dalam ion Cr2O72-


D. Sb dalam ion SbO43-


E. Mn
dalam ion MnO4-

Jawaban 1:

Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah... A.Cr dalam  ion CrO₄⁻  B. Fe dalam ion Fe (CN)₆³⁻ C. Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻ D. Sb dalam ion SbO₄³⁻ E. Mn dalam ion MnO₄⁻ Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻ Pembahasan Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi kimia yang banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya reaksi pembakaran, reaksi korosi, reaksi kimia yang terjadi pada saat menggunakan batu baterai, penggunaan aki dan lain-lain. Reaksi reduksi merupakan reaksi :

  • Melepas oksigen
  • Mengikat hidrogen
  • Mengikat elektron
  • Mengalami penurunan bilangan oksidasi
Reaksi oksidasi merupakan reaksi :
  • Mengikat oksigen
  • Melepas hidrogen
  • Melepas elektron
  • Mengalami kenaikan bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi merupakan angka muatan relatif atom dalam suatu senyawa atau ion. Berikut adalah aturan penentuan bilangan oksidasi (biloks) :
  • Biloks unsur bebas = 0 Contoh biloks Na = 0, biloks O dalam O₂ =0
  • Jumlah total biloks dalam senyawa netral = 0
  • Jumlah total biloks dalam ion = muatan ion
  • Biloks logam golongan IA = +1, golongan IIA = +2 dan golongan IIIA = +3
  • Biloks H dalam senyawa = +1 kecuali pada senyawa hidrida (senyawa H dengan logam) = -1
  • Biloks O dalam senyawa = -2  kecuali pada senyawa peroksida = -1, superoksida = -1/2 dan oksifluorida OF₂ biloks O = +2
  • Biloks F dalam senyawa selalu -1, halogen lain umumnya juga -1 kecuali pada oksihalogen dan interhalogen
  • Untuk unsur nonlogam, biloks maksimal = + golongan dan biloks minimal = gol – 8
Penyelesaian Soal
  • Bilangan oksidasi (biloks) unsur Cl dalam HClO₃
Biloks total = biloks H + biloks Cl + (3 x biloks O) 0 = (+1) + biloks Cl + (3 x -2) 0 = -5 + biloks Cl Biloks Cl = +5 Jadi, biloks Cl dalam HClO₃  adalah +5
  • Biloks unsur Cr dalam ion CrO₄⁻  
Biloks total = biloks Cr + (4 x biloks O) -1 = biloks Cr + (4 x -2) -1 = biloks Cr + -8 Biloks Cr = -1 + 8 = +7 Jadi, biloks unsur Cr dalam ion CrO₄⁻ adalah +7
  • Biloks unsur Fe dalam ion [Fe(CN)₆]³⁻
Biloks total = biloks Fe + (6 x biloks ion CN⁻) -3 = biloks Fe + (6 x -1) -3 = biloks Fe + -6 Biloks Fe = -3 + 6 = +3 Jadi, biloks unsur Fe dalam ion [Fe(CN)₆]³⁻  adalah +3
  • Biloks unsur Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻  
Biloks total = (2 x biloks Cr) + (7 x biloks O) -2 = (2 x biloks Cr) + (7 x -2) -2 = (2 x biloks Cr) + -14 2x Biloks Cr = -2 + 14 = +12 Biloks Cr = +12/2 = +6 Jadi, biloks unsur Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻  adalah +6
  • Biloks unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻
Biloks total = biloks Sb + (4 x biloks O) -3 = biloks Sb + (4 x -2) -3 = biloks Sb + -8 Biloks Sb = - 3 + 8 = +5 Jadi, biloks unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻  adalah +5
  • Biloks unsur Mn dalam ion MnO₄⁻
Biloks total = biloks Mn + (4 x biloks O) -1 = biloks Mn + (4 x -2) -1 = biloks Mn + -8 Biloks Mn = - 1 + 8 = +7 Jadi, biloks unsur Mn dalam ion MnO₄⁻  adalah +7Kesimpulan Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻ dengan biloks yang sama yaitu +5 Pelajari lebih lanjut  1. Reaksi redoks dan bukan redoks brainly.co.id/tugas/208041312. Reaksi disporposionasi brainly.co.id/tugas/20907933. Reaksi konproporsionasi brainly.co.id/tugas/106317614. Penyetaraan reaksi redoks brainly.co.id/tugas/206989155. Penentuan oksidator dan reduktor brainly.co.id/tugas/9434017Detil jawaban  Kelas: 10 SMA Mapel: KimiaBab: Reaksi RedoksKode: 10.7.6Kata Kunci: reaksi redoks, bilangan oksidasi


Campuran gas CH4dan CH8 yang volumenya 10 liter dibakar secara sempurna dengan gas O2. Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, ternyata dihasilkan volume gas CO2 sebanyak 24 liter. Volume gas CH4 dan gas C3H8 masing-masing adalah..

Jawaban 1:

Langsung Belajar :D
kita misalkan :
volume campuran 10 L
metana CH4 = x Liter
maka propana C3H8 = 10 - x Liter

buat reaksinya kemudian gunakan perbandingan volume = perbandingan koefisien
CH4 + 2O2  ---> CO2 + 2H2O
x .......2x..............x...........2x

C3H8 + 10O2 ---> 3CO2 + 4H2O
(10-x)....10(10-x).......3(10-x)......4(10-x)

volume CO2 yang dihasilkan = 24 L
berarti CO2 pada reaksi I di (+) CO2 pada reaksi II
x + 3(10-x) = 24
x + 30 -3x =24
-2x = -6
x = 3

maka volume
CH4 = 3 L
C3H8 = 24 - 3 = 21 L

semoga bisa membantu :)


bagaimana menentukan nama alkana, alkena dan alkuna dari rumus molekul berikut CH4,C2H4,dan C2H2..beserta isomernya

Jawaban 1:

Dilihat dari jumlah ikatan rangkapnya
alkana = ikatan tunggal
alkena = ikatan kovalen rangkap 2
alkuna = ikatan kovalen rangkap 3

Jawaban 2:

CH4 = Metana (alkana)
C2H4 = Etena (alkena)
C2H2 = Etuna (alkuna)

1 = met
2 = et
3 = prop
4 = but
5 = pent
6 = heks
7 = hept
8 = okt
9 = non
10 = dek

kemudian ditambah -ana, -ena, -una, atau -il


suatu radio aktif mempunyai waktu paruh 18 hari.jika unsur radio aktif tersebut tersimpan selama 72 hari maka sisa unsur radio aktif tersebut adalah...

Jawaban 1:

Diketahio
t1/2 = 18
T = 72
ditanyakan Nt (di cari dalam bentuk persentasenya :) )
dimisalkan bahwa massa mula2unsur kimia tesebut adalah 100% (No)
rumusnya
Nt / No = (1/2)^ T/t1/2     ......................... ^ dibaca pangkat
Nt / 100% = (1/2) ^ 72/18
Nt / 100 = (1/2)^4
Nt / 100 = 1/16
Nt = (100/16)% atau 6,25 %

semoga bisa membantu :)
Semangat belajar ya :)
 


sebanyak 150 ml, larutan NaOH 0,1 M. direaksikan dengan 100 ml, larutan H2SO4 0,1 M. Tentukan ph larutan

Jawaban 1:













M:
B:
S:





1) Hitung pH Mg (OH)² 24 gram dalam 500 ml air dimana AR Mg=24, AR O=16, Ar H=1 ? 2) Jika diketahui 0.8 gram H² S4 dilarutkan dalam 200 ml air, ARH=1,ARS=32, ARO=16. Hitunglah konsentrasi H²SO4 dan pH-nya ?

Jawaban 1:

1. M=gr/mr x 1000/ml
M=24/58 x 1000/500
M= 24000/29000
M=0,8 M atau 8 x
Mg  -->
= b.Mb
=2 x 8 x
= 16 x atau 1,6
POH = - log 16 x
=1 - log 16
PH = 14-1 - log 16
=13 + log 16

2.1. M=gr/mr x 1000/ml
M=8/98 x 1000/200
M= 8000/19600
M=0,4 M atau 4 x

= a.Mb
=2 x 4 x
= 8 x
PH= - log
= - log 8 x
= 1 - log 8



belerang(s) dan oksigen(o) membentuk dua jenis senyawa, kadarbelerang(s) dan oksigen(o) membentuk dua jenis senyawa, kadar belerang dalam senyawa 1 dan 2 berturut-turut 50% dan 40%. Apakah hukum dalton berlaku untuk senyawa tersebut? dan senyawa apakah yang terjadi? beserta cara mengerjakannya dan alasannya!

Jawaban 1:

Kita buat perbandingannya, kemudian tentukan atom mana yang akan dibuat angka perbandingannya tetap, (biasanya yang dibuat tetap itu unsur pertama disini adalah S, unsur O jarang dibuat angka perbandingannya tetap)
senyawa I  = S : O = 50 : 50 = 10 : 10 (dibagi 5)
Senyawa II = S : O = 40 : 60 = 10 : 15 (dibagi 4)

nah dari data di atas sesuai hukum dalton, jika ada dua unsur atau lebih bereaksi membentuk 2 senyawa atau lebih maka perbandingan salah satu unsur dari senyawa tersebut merupakan kelipatan berganda,
dengan membuat angka perbandingan S tetap dapat dilihat bahwa angka perbandingan O berubah dengan kelipatan 5 :)
jadi ini sesuai dengan hukum d alton :D

semoga bermanfaat, jika ada kesalahan mohon koreksinya :)


Assalamu'allaikum, temen" semuanya. gw ada soal ni dari TO ITB kemaren minggu. Berikut adalah tabel energi ionisasi pertama, kedua dan ketiga dari beberapa unsur pada periode yang belum teridentifikasi

Energi Ionisasi : EI
Unsur     EI 1     EI 2       EI 3
  A       1251    2300   3820
  B        496     4650    6910
  C       738     1450    7730
  D       1000   2250    3360

(1) B adalah unsur dengan karakter logam paling tinggi
(2) C termasuk kedalam golongan 2 dalam tabel periodik
(3) A memiliki jari-jari atom paling kecil
(4) D memiliki nomor atom paling besar

kalo jawaban gw A : pernyataan yang bener 1, 2, 3
yang mau gw tanyain kalo jawaban kalian?
ada yang bisa jelasin meksud dari energi ionisasi 1, 2, 3? dan kalo semisal ada ketigannya yang jadi sorot utamanya yang mana dan kenapa?

terima kasih :)

Jawaban 1:

Menurut aku gan
unsur A memiliki jari - jari atom paling keci, yupz aku se7
karena dari ke empat unsur tersebut EI-1 paling besar mnandakan dia berada pada golongan besar yang memiliki jari2 atom kecil (seperti yang kita ketahui dari sifat SPU

Unsur B memiliki karakter logam paling tinggi saya se7
karena kemungkinan dia di golongan I A yang merupakan golongan dengan EI-1 terndah, sepertikita ketahui golongan IA adalah golongan yang mudah melepaskan elektron alias mudah membentuk atom positif (berarti EI -1 rendah )

Unsur C merupakan golongan IIA,
ada kemungkinan gan dilihat dari keempat energi ionisasi di atas, unsur C terndah ke dua yang berarti tidak jauh-jauh amat dengan Unsur B.

Unsur D memiliki nomor atom paling besar, kayaknya enggak gan,
EI-1 nya lebih kecil dari EI-1 atom A, jika atom A memiliki jari2 atom besar seharusnya si A juga yang punya nomor atom besar juga bukan si D. seharusnya pula nomor atom si D lebih kecil dari si A tetapi lebih besar dari B dan C. kalo di asumsikan nomor atom dari kecil ke besar B < C < D < A

itu hanya sekdar logika saya gan, saya jawab seperti agan 1 2 3 benar :)


Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Menemukan Tema Dalam Sebuah Karangan ?

Orang Yang Emosinya Meledak-ledak itu Apakah Tidak Stabil Kesehatan Mentalnya?

Apa Rumus Suku Ke-n 1,1/3,1/9,1/27