Tolong Berikan Contoh Soal Hubungan Ksp Dengan Kelarutan

Tolong berikan contoh soal hubungan ksp dengan kelarutan

Jawaban 1:

Salam BrainlySabtu, 29 Desember 2018Jam 14.15 WIB
Ksp Al(OH)3 adalah 3,7 × 10^-15, maka kelarutan Al(OH)3 yang mempunyai POH = 2 adalah....
Pembahasan:Al(OH)3 ----> Al^(3+) + 3OH^(-).......s.....................s..............3s
POH = -log [OH^(-)] = 2 maka[OH^(-)] = 10^(-2) maka (3s) = 10^(-2)
Ksp = (s) (3s)^33,7×10^(-15) = s (10^(-2))^3s = 3,7 × 10^(-9)


Pertanyaan Terkait

Pengertian indikator asam dan basa alami? perbedaan indikator asam dan basa alami dengan indikator asam dan basa

Jawaban 1:

Indikator asam basa adalah senyawa khusus yang ditambahkan pada larutan, dengan tujuan mengetahui kisaran pH dalam larutan tersebut. Indikator asam basa biasanya adalah asam atau basa organik lemah. Senyawa indikator yang tak terdisosiasi akan mempunyai warna berbeda dibanding dengan indikator yang terionisasi.  .
perbedaannya ga tau


Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur CL di dalam HCIO3
adalah...

A.Cr 
dalam  ion CrO4-


B. Fe dalam ion Fe (CN)63-


C. Cr dalam ion Cr2O72-


D. Sb dalam ion SbO43-


E. Mn
dalam ion MnO4-

Jawaban 1:

Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah... A.Cr dalam  ion CrO₄⁻  B. Fe dalam ion Fe (CN)₆³⁻ C. Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻ D. Sb dalam ion SbO₄³⁻ E. Mn dalam ion MnO₄⁻ Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻ Pembahasan Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi kimia yang banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya reaksi pembakaran, reaksi korosi, reaksi kimia yang terjadi pada saat menggunakan batu baterai, penggunaan aki dan lain-lain. Reaksi reduksi merupakan reaksi :

  • Melepas oksigen
  • Mengikat hidrogen
  • Mengikat elektron
  • Mengalami penurunan bilangan oksidasi
Reaksi oksidasi merupakan reaksi :
  • Mengikat oksigen
  • Melepas hidrogen
  • Melepas elektron
  • Mengalami kenaikan bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi merupakan angka muatan relatif atom dalam suatu senyawa atau ion. Berikut adalah aturan penentuan bilangan oksidasi (biloks) :
  • Biloks unsur bebas = 0 Contoh biloks Na = 0, biloks O dalam O₂ =0
  • Jumlah total biloks dalam senyawa netral = 0
  • Jumlah total biloks dalam ion = muatan ion
  • Biloks logam golongan IA = +1, golongan IIA = +2 dan golongan IIIA = +3
  • Biloks H dalam senyawa = +1 kecuali pada senyawa hidrida (senyawa H dengan logam) = -1
  • Biloks O dalam senyawa = -2  kecuali pada senyawa peroksida = -1, superoksida = -1/2 dan oksifluorida OF₂ biloks O = +2
  • Biloks F dalam senyawa selalu -1, halogen lain umumnya juga -1 kecuali pada oksihalogen dan interhalogen
  • Untuk unsur nonlogam, biloks maksimal = + golongan dan biloks minimal = gol – 8
Penyelesaian Soal
  • Bilangan oksidasi (biloks) unsur Cl dalam HClO₃
Biloks total = biloks H + biloks Cl + (3 x biloks O) 0 = (+1) + biloks Cl + (3 x -2) 0 = -5 + biloks Cl Biloks Cl = +5 Jadi, biloks Cl dalam HClO₃  adalah +5
  • Biloks unsur Cr dalam ion CrO₄⁻  
Biloks total = biloks Cr + (4 x biloks O) -1 = biloks Cr + (4 x -2) -1 = biloks Cr + -8 Biloks Cr = -1 + 8 = +7 Jadi, biloks unsur Cr dalam ion CrO₄⁻ adalah +7
  • Biloks unsur Fe dalam ion [Fe(CN)₆]³⁻
Biloks total = biloks Fe + (6 x biloks ion CN⁻) -3 = biloks Fe + (6 x -1) -3 = biloks Fe + -6 Biloks Fe = -3 + 6 = +3 Jadi, biloks unsur Fe dalam ion [Fe(CN)₆]³⁻  adalah +3
  • Biloks unsur Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻  
Biloks total = (2 x biloks Cr) + (7 x biloks O) -2 = (2 x biloks Cr) + (7 x -2) -2 = (2 x biloks Cr) + -14 2x Biloks Cr = -2 + 14 = +12 Biloks Cr = +12/2 = +6 Jadi, biloks unsur Cr dalam ion Cr₂O₇²⁻  adalah +6
  • Biloks unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻
Biloks total = biloks Sb + (4 x biloks O) -3 = biloks Sb + (4 x -2) -3 = biloks Sb + -8 Biloks Sb = - 3 + 8 = +5 Jadi, biloks unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻  adalah +5
  • Biloks unsur Mn dalam ion MnO₄⁻
Biloks total = biloks Mn + (4 x biloks O) -1 = biloks Mn + (4 x -2) -1 = biloks Mn + -8 Biloks Mn = - 1 + 8 = +7 Jadi, biloks unsur Mn dalam ion MnO₄⁻  adalah +7Kesimpulan Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl di dalam HCIO₃ adalah unsur Sb dalam ion SbO₄³⁻ dengan biloks yang sama yaitu +5 Pelajari lebih lanjut  1. Reaksi redoks dan bukan redoks brainly.co.id/tugas/208041312. Reaksi disporposionasi brainly.co.id/tugas/20907933. Reaksi konproporsionasi brainly.co.id/tugas/106317614. Penyetaraan reaksi redoks brainly.co.id/tugas/206989155. Penentuan oksidator dan reduktor brainly.co.id/tugas/9434017Detil jawaban  Kelas: 10 SMA Mapel: KimiaBab: Reaksi RedoksKode: 10.7.6Kata Kunci: reaksi redoks, bilangan oksidasi


Menurut arrhenius asam sulfat mempunyai sifat asam karena.... a. mengandung atom oksigen
b. mengandung atom hidrogen
c. dpt memberi proton ke molekul air
d. dpt menerima pasangan elektron
e. dpt memperbesar konsentrasi h+ dalam air

Jawaban 1:

Tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya


1.50ml larutan hcl 0.1M ditetesi larutan NaOH 0.1M * hitunglah PH larutan
a. sebelum penambahan larutan naoh 
b, volume larutan naoh ditambah 25ml
c. ditmbah 50ml
d.ditambah 100ml

2.sebanyak larutan H2SO4 0.005M dicampurkandg 50ml larutan NAOH 0.005M hitunglah PH larutan sebelum dan sesudah dicampurkan

3.suatu larutan Ba(OH)2 Mempunyai PH=13 bereapa ML larutan HCl 0.1M harus dicampurkan dengan 100ml

Jawaban 1:

1
a
sebelum ditambah NaOH berarti hitung pH HCl
[H+] = o,1x 1 = 0,1
pH = - log H+ = 1

b.
50 mL HCl 0,1 setelah penambahan 25 ml NaOH 0,1 M
mol HCL = 50 x 0,1 = 5 mmol
mol NaOH = 25 x 0,1 = 2,5 mmol

.....HCl + NaOH ---> NaCl  + H2O
M....5.........2,5
R...2,5.......2,5..........2,5.......2,5
S...2,5.........0..........2,5.......2,5

karena sisa HCl maka cari konsentrasi HCl = mol sisa/ v total = 2,5/75 = 0,03333 (kita buat 0,03)
H+ = 3 x  10^-2
pH = - log H+ = - log 3x10^-2 = 2 - log 3

c.
50 ml HCl 0,1 M setelah penambahan 50 ml NaOH 0,1
HCL asam bervalensi 1 dan NaOH basa bervalensi 1
mol HCl = 5 mmol dan mol NaOH = 5 mmol
karena valensi dan molnya sama maka asam dan basa habis bereaksi,
PH = 7

d.
50 mL HCl 0,1 setelah penambahan 100 ml NaOH 0,1 M
mol HCL = 50 x 0,1 = 5 mmol
mol NaOH = 100 x 0,1 = 10 mmol

.....HCl + NaOH ---> NaCl  + H2O
M....5.........10
R....5...........5............5...........5
S...0.........5..........5.......5

karena sisa NaOH maka cari konsentrasi NaOH = mol sisa/ v total = 50/150 = 0,3333 (kita buat 0,3)
OH- = 3 x  10^-1
pOH = - log OH- = - log 3x10^-1 = 1 - log 3
pH = 13 + log 3


nomor 2 volume asam sulfatnya berapa?
nomor 3 soalnya kurang lengkap?


Nama unsur : 1.belerang  2. helium  3. natrium  4. aluminium  5.fosfor kegunaan    : 1. pembuatan sel surya  2. mengisi balon udara  3. menetralkan asam lambung  4. membuat gelas kaca  5. membuat korek api

penggunaan unsur yg kegunaannya benar adalah...

Jawaban 1:

Jawaban:   Penggunaan unsur yang kegunaannya benar adalah... Nama unsur : 1.    Belerang  -> 5. Membuat korek api 2.    Helium  -> 2. Mengisi balon udara 3.    Natrium -> 4. Membuat gelas kaca 4.    Aluminium  -> 3. menetralkan asam lambung 5.    Fosfor -> 1. Pembuatan sel surya   Pembahasan:   1.    Belerang  -> 5. Membuat korek api   Korek api dibuat dari batang kayu yang bagian atasnya dilapisi dengan bahan kimia, terutama sulfur atau belerang. Korek api jenis ini disebut friction match (korek api gesek) karena dinyalakan dengan menggesek ujung batang korek api pada permukaan kasar.   2.    Helium  -> 2. Mengisi balon udara   Helium (He) adalah gas dengan nomor atom 2, dan merupakan unsur yang termasuk dalam gas mulia. Helium memiliki massa atom 4, sehingga helium memiliki massa jenis yang sangat ringan, bila dibanding dengan gas lain di udara. Akibatnya, bila balon diisi dengan gas helium, massa jenis balon juga akan kecil dan akan mengalami gaya angkat (gaya Archimedes) oleh udara dan akan dapat terbang.
Selain itu, karena helium adalah gas mulia yang sangat inert (sulit bereaksi), maka balon berisi helium sangat aman karena tidak mudah terbakar. Ini berbeda dengan gas berisi gas Hidrogen yang sangat berbahaya karena mudah meledak saat hidroegn bereaksi dengan oksigen di udara.   3.    Natrium -> 4. Membuat gelas kaca   Kebanyakan gelas kaca yang kita gunakan adalah gelas dari bahan kaca soda-lime. Kaca ini terbuat dari pemanasan dan pelelehan bahan alami seperti natrium karbonat (Na2CO3), silika (SiO2) dan lime. Natrium menyusun gelas kaca ini dari natrium karbonat, yang kebanyakan diambil dari mineral seperti trona dan pasir.   4.    Aluminium  -> 3. menetralkan asam lambung   Aluminium (Al) dalam bentuk senyawa basa aluminium hidroksida (Al(OH)3), digunakan untuk menetralkan asalm lambung. Saat lambung menjadi terlalu asam (pH lambung terlalu rendah), maka kita bisa mengkonsumsi aluminium hidroksida, yang akan bereaksi dengan asam klorida (HCl) di lambung dan menetralkan keasaman lanbung menjadi normal.   5.    Fosfor -> 1. Pembuatan sel surya   Panel sel surya umumnya dibuat dengan bahan utama silikon, yang disusun dengan atom phospor di antara atom silikon ini. Silikon memiliki 4 slot kosong untuk elektron, sementara phospor memiliki 5 elektron valensi. Dengan susunan ini, 4 elektron phospor akan terikat dengan silikon, sementara 1 elektron akan bebas.   Saat sinar matahari mengenai panel silikon, elektron di silikon akan lepas, dan diagntikan oleh elektron bebas phospor. Pelepasan ini menyebabkan timbulnya muatan dan beda potensial listrik, yang dapat menghasilkan arus listrik.   Kelas: XMata Pelajaran: Kimia  Materi: Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hariKata Kunci: Belerang, Helium, Natrium, Aluminium, Phospor


Bau senyawa ester pada umumnya apa?

Jawaban 1:

Senyawa – senyawa ester antara lain mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1) Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-buahan.
2) Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air
3) Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya.
4) Ester merupakan senyawa karbon yang netral
5) Ester dapat mengalami reaksi hidrolisis

Jawaban 2:

Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen pada makanan


Elektrolit memghantarkan arus listrik karena.. a. Migrasi elektron
b. Migrasi kation terhadap kadote saja.
c.hanya anion yg bermigrasi menuju anode.
d. Kation dan anion bermigrasi menuju kadote dan anode.
e. Merupakan senyawa kovalen

Jawaban 1:

d. Kation dan anion bermigrasi menuju kadote dan anode._. (mungkin)


Reaksi-reaksi berikut merupakan reaksi asam-basa. nyatakan mana asam dan basanya. nyatakan pula dasar teori yang anda pergunakan (apakah teori arhaenius, bronsted-lowry,atau lewis). a). Mg(OH)₂(s)+2HCl(aq)⇒MgCl₂(aq)+H₂O(l)
b). MgO(s)+2H⁺(aq)⇒Mg²⁺(aq)+H₂O(l)

Jawaban 1:

A. Mg(OH)₂ termasuk basa dan HCl termasuk asam, berdasarkan teori arrhenius basa adalah zat yang apabila terlarut menghasilkan OH⁻ dan asam adalah penghasil H⁺, jika diuraikan satu2, reaksinya akan menjadi seperti ini :
Mg(OH)₂ (aq) ⇒ Mg²⁺ + 2 OH⁻
2 HCl (aq) ⇒ 2H⁺ + 2Cl⁻
dan bila digabungkan reaksi tersebut menjadi reaksi netralisasi (anion dan kation akan menyatu) :
Mg(OH)₂ + 2 HCl => MgCl₂ + H₂O

B. MgO termasuk basa dan 2 H⁺ termasuk asam, berdasarkan teori lewis, silahkan dibaca lagi teorinya (capek jelasin ) -__-v


Ph suatu basa MOH 0,1 M adalah 10.berapakah tetapan basa MOH

Jawaban 1:

Diketahui :
Molalitas MOH = 0,1 M
pH = 10

Ditanya : Tetapan basa MOH (Kb) ?

Jawab :

pOH :
= 14 - pH
= 14 - 10
= 4

pOH = 4 -----> [OH-] = 10-⁴

Kb (Tetapan basa) :
= [OH-]² / M
= [10-⁴]² / 0,1 M
= 10^-7


Kegunaan laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari

Jawaban 1:

Laju reaksi itu sgt
berkaitan erat dgn luas
bidang permukaan:
Contoh -Ibu di rumah atau
pedagang bubur kacang
mengiris terlebih dahulu gula merah yang akan di
masukan ke dalam bubur
kacang.


Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Menemukan Tema Dalam Sebuah Karangan ?

Orang Yang Emosinya Meledak-ledak itu Apakah Tidak Stabil Kesehatan Mentalnya?

Apa Rumus Suku Ke-n 1,1/3,1/9,1/27